Yuk Ikut Pondok Mahasiswa Gelombang III

“Mahasiswa Melawan 50 Tahun Politik Orde Baru”

Pekan Orientasi dan Pendidikan Politik untuk Mahasiswa (Pondok Mahasiswa)

Gelombang 3

Jakarta, 9-24 Februari 2015

Apa itu Pondok Mahasiswa?

Pondok Mahasiswa adalah program pendidikan dasar Politik Rakyat untuk mahasiswa. Tujuannya sebagai jembatan antar generasi pelaku perjuangan, antar permasalahan rakyat, dan teori-teori perjuangan. Dilaksanakan sekali setiap semester, dan kali ini memasuki gelombang ketiga.

Pondok kali ini akan mengambil pelajaran dari realita lapangan buruh-buruh industri manufaktur, perempuan penyintas kekerasan, para penyintas pelanggaran HAM masa lalu, wisata sejarah Orde Baru, dialog inspiratif dan gerakan #PapuaItuKita. Pelajaran kelas akan diisi oleh pembicara-pembicara yang inspiratif karena menekuni dan berjuang di bidang yang akan ia bicarakan, meliputi: analisa masyarakat dan kapitalisme, sejarah politik kerakyatan, gerakan rakyat dan organisasi politik, serta peningkatan kapasitas dan kreatifitas berjuang.

Bagi anda semua: mahasiswa perempuan, laki-laki, transgender, daftarkan diri ke Pondok Mahasiswa:

Email     : mahasiswa.pondok@gmail.com atau Page Politik Rakyat

CP           : 0815-8126673 (Zely Ariane)

Biaya     : Rp. 500.000,-

Kenapa Mahasiswa?

Mahasiswa dalam politik Indonesia menempati posisi historis. Mereka menjadi bagian kaum muda yang memiliki peran penting dalam setiap perubahan politik besar di negeri ini, dari perjuangan kemerdekaan 1945 sampai Reformasi 1998. Di dalam struktur ekonomi dan politik negara pun mahasiswa bukan sekadar individu, melainkan juga fase dimana secara sosial akan berproses menjadi angkatan kerja pengabdi sistem atau pembuat perhitungan terhadap sistem.

Menjadi mahasiswa juga berkah, setidaknya demikian harapan orang tua. Universitas dilihat sebagai jalan mengubah nasib keluarga, karena akan berujung karir, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Namun Bertolt Brecht, seorang penyair kiri dari Jerman, mengingatkan anak-anak muda yang berkesempatan duduk di bangku kuliah:

Maka duduklah kau di situ. Dan berapa banyak darah tertumpah?

Hinga kau bisa duduk di situ. Apa cerita itu bikin kau bosan?

Jangan lupakan orang-orang yang dulu duduk di situ sebelum kau

lalu menduduki orang lain. Tenang-tenanglah!

Ilmumu akan tak bernilai, kelak kau tahu

Dan pembelajaran akan mandul, jika kau nikmati

Kecuali kau ikrarkan kepandaianmu untuk berjuang

Melawan semua musuh kemanusiaan

Jangan lupa orang-orang seperti kau yang terluka

Ketika kau bisa duduk di situ, sementara yang lain tidak.

Sekarang jangan tutup matamu, dan jangan pergi

belajarlah bagmana belajar, berusahalah belajar untuk apa belajar.

(To the Students of the Workers’ and Peasants’ Faculty)

Bagi Brecht, menjadi mahasiswa adalah sarana untuk mencari dan menemukan tujuan belajar untuk hidup berkemanusiaan.

Tujuan ini tidak serta merta dapat diperoleh hanya di bangku sekolah dan universitas. Sistem pendidikan neoliberal yang dijalankan saat ini bukan bertujuan untuk menciptakan perubahan sosial dan kemerdekaan pikiran, melainkan sekadar mencetak tenaga kerja yang mayoritas murah harganya dan tanpa cita-cita besar. Pun kurikulum pendidikan tidak bertujuan kemanusiaan melainkan komersil dan profit, sehingga semakin menjauhkan kehidupan kampus dan akademika dari realita persoalan kemasyarakatan.

Sementara itu, kehidupan politik kemasyarakatan semakin memburuk. Pelanggaran HAM terus terjadi, penyelesaian kasus-kasus HAM masa lalu mandeg, impunitas semakin telanjang, tingkat kesejahteraan mayarakat menurun, pembangunan semakin tidak berkelanjutan. Penurunan kualitas hidup masyarakat bisa kita lihat dari urutan Gini Koefisien index negeri ini yang tertinggi sejak Indonesia merdeka, yang artinya, ketimpangan sosial berada paling tinggi.

Ada Apa dengan Tema 50 Tahun Politik Orde Baru?

Tahun 2015, tepatnya sejak 1 Oktober 1965, sudah 50 tahun kekuasaan Orde Baru berdiri diatas nyawa dan ketidakadilan jutaan manusia, tanpa gugatan berarti. Reformasi memang berhasil menyingkirkan diktator Soeharto, tetapi perangkat ekonomi, politik, hukum dan sosial budayanya tidak banyak berubah. Kehidupan politik kemasyarakatan yang makin memburuk adalah warisan dari politik Orde Baru yang tak pernah diputus oleh reformasi dan elit-elit politik yang lahir dari reformasi.

Di lapangan politik, Orde Baru menyisakan para pelaku pelanggaran HAM yang terus mendapat impunitas; militerisme dan kekuasaan militer; kebohongan sejarah; dan kebebasan politik yang tidak sepenuhnya. Di lapangan ekonomi, politik Orde Baru menyisakan hutang luar negeri kriminal atau hutang haram yang masih harus kita bayar sampai detik ini; ekonomi ketergantungan dan ketidakmandirian yang parah. Di lapangan sosial budaya stereotip terhadap komunis dan politik SARA terus digunakan untuk mengadudomba dan meneror sesama rakyat; warisan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pun tak banyak berkurang sekalipun KPK hadir sebagi instrumen yang cukup penting.

Pemilihan presiden tahun lalu sebetulnya memperlihatkan ke hadapan kita bukan soal Prabowo atau Jokowi saja, melainkan polarisasi sikap dan pikiran rakyat terhadap masa depan Indonesia dalam hal:

  • Demokrasi (keterbukaan, kebinekaan dan toleransi) yang harus terus difasilitasi ATAU lebih kuat dikontrol;
  • Soeharto-Orba sebagai inspirasi dan pahlawan ATAU sebagai bagian masalah;
  • Perdamaian terhadap kejahatan HAM masa lalu ATAU kedilan bagi kejahatan HAM masa lalu.

Rakyat memang sudah memilih, tetapi pertarungan ini akan panjang. Karena kedua kubu tersebut tidak bersih dari warisan Politik Orde Baru ini.

Kita semua harus ambil bagian untuk menghentikan politik Orde Baru, menghentikan impunitas, dan membangun budaya kritis dan pembebasan demi kemerdekaan berorganisasi dan berpolitik. Dan mahasiswa haruslah berada paling depan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s