Pernyataan sikap Aksi Bersama Relawan KawanKu

Suasana unjuk rasa Relawan Jakarta Melawan Kekerasan Seksual (RJMKS) di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2) | Foto oleh : Bram Selo (Kabar3.com)

Suasana unjuk rasa Relawan Jakarta Melawan Kekerasan Seksual (RJMKS) di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2) | Foto oleh : Bram Selo (Kabar3.com)

Menuntut Respon Cepat Kepolisian Untuk Mengusut Kasus-Kasus Perkosaan, Segera Tangkap, Adili dan Penjarakan Pelaku!

Sampai detik ini kasus-kasus kekerasan seksual bahkan pemerkosaan tidak ada menunjukan angka yang berkurang. Bahkan tahun 2013 yang lalu telah ditetapkan sebagai tahun kekerasan seksual, dalam catatan tahunannya Komnas Perempuan menyatakan sedikitnya 35 orang perempuan Indonesia menjadi korban kekerasan seksual dengan korban paling banyak adalah anak-anak.

Kasus-kasus perkosaan ini tidak hanya semakin memprihatinkan, tetapi juga berdampak pada pembunuhan, cacat permanen, masalah psikis bagi korban, dikucilkan dari masyarakat, putus sekolah, bahkan resiko pengangkatan rahim perempuan karena infeksi yang ditimbulkan dari tindak perkosaan. Pelaporan mengenai kasus-kasus perkosaan pun mulai meluas ke beberapa daerah di Indonesia, bahkan melibatkan orang-orang yang seharusnya menjadi panutan masyarakat seperti pejabat publik (anggota DPRD, Bupati), Tokoh Masyarakat, seniman terkenal bahkan oknum-oknum polisi (seperti kasus di Gorontalo) tetapi dalam penyelesaiannya sangat berbanding terbalik lamban dan cenderung diabaikan.

Kita bisa melihat kembali kasus perkosaan yang dialami oleh seorang anak perempuan berumur 14 Tahun di Lampung Timur yang melibatkan seorang anggota DPRD, dimana FAB (Forum Anak Bangsa) Lampung yang melakukan aksi solidaritas terhadap korban mengatakan sejak kasus ini digulirkan bulan Desember para pelaku belum kunjung ditangkap. Bahkan korban yang  masih usia anak ini mengalami infeksi rahim yang mengakibatkan rahim korban harus diangkat.

Kasus RW yang menjadi korban Sitok Srengenge, sampai detik ini pihak kepolisian juga belum menangkap pelaku meskipun sudah ada bahan bukti dan saksi-saksi. Selain itu, meskipun pelaporannya adalah kasus kekerasan seksual, tetapi kasus ini tidak ditangani oleh UPPA, dan masuk dalam delik aduan tentang perbuatan tidak menyenangkan pasal 335 KUHP.

Kasus Nurhalimah aktivis perempuan di Makassar yang menjadi korban perkosaan dan pembunuhan, baru memasuki sidang untuk pertama kali pada tanggal 5 Februari 2014, padahal telah dilaporkan sejak Oktober 2013.

Kasus perkosaan dan pembunuhan seorang anak perempuan berumur 15 tahun di Bogor yang sampai detik ini belum seluruh pelakunya tertangkap, siswi SMP yang diperkosa, dibunuh dan jasadnya dibakar di Yogyakarta bahkan kasus ini melibatkan oknum polisi dan masih banyak lagi kasus-kasus kekerasan seksual yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Semakin hari rentetan kasus terus bermunculan, sementara mekanisme hukum dan pelaporan kasus-kasus kekerasan seksual masih jauh dari keberpihakannya kepada korban. Di kantor kepolisian, pertanyaan-pertanyaan yang cenderung menyudutkan korban masih sering diajukan, bahkan dalam beberapa kasus pihak kepolisian justru menjadi mediator antara pelaku dan korban dengan menawarkan opsi damai diantara keduabelah pihak.

Maka dari itu, inilah yang menjadi landasan kami yang melakukan aksi didepan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia untuk mendesakkan agar kasus-kasus perkosaan dapat dituntaskan dan segera tangkap, adili dan penjarakan pelaku.

Kami mendukung warga masyarakat yang mengadvokasi kasus-kasus kekerasan seksual seperti Forum Anak Bangsa (FAB) Lampung, LSM Damar, SORAK Perempuan Makassar dan seluruh elemen masyarakat untuk terus mengkampanyekan perlawanan terhadap kekerasan seksual karena hanya dengan kekuatan bersama warga melawan kekerasan seksual ini lah maka kasus-kasus kekerasan seksual dapat didesak untuk segera diselesaikan.

Jakarta, 8 Februari 2014

Dian Novita

Koordinator
*Diunggah kembali dari blog Perempuanmahardhika

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s