Strategi Ekososialis, sebuah catatan

eco-socialismSekolah Ekososialis International Institute for Research and Education (IIRE) Amsterdam[1]

 1.      Kapitalisme Hijau (Rio dan reformasi lingkungan):

  • Kapitalisme hijau tak lain adalah hukum-hukum pasar yang mendominasi politik lingkungan. Tujuan satu-satunya kebijakan seperti Clean Development Mechanism (CDM) dan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+), yang seakan-akan diterapkan untuk mengurangi emisi karbon dengan membuat perdagangan karbon setidaknya secara angka masuk akal, sebenarnya adalah jalan untuk memprivatisasi apa saja sumber daya alam di bumi yang masih tersisa dan menempatkannya di bawah dikte kapital dan oleh karenanya hukum laba (kuntungan). Hal ini hanyalah upaya lain oleh kapitalisme neoliberal untuk melanggengkan dirinya dengan cara deregulasi dan privatisasi pasar—dengan mengkomodifikasi alam hingga tingkat ekstrim (misalnya seperti sesuatu yang bahkan tak bisa dilihat atau dikalkulasi secara akurat seperti karbon); berharap dapat menarik keluar dirinya dari krisis ekonomi yang dideritanya, dengan menyeret bumi jauh ke bawah daya tahannya dan menyerahkannya pada aturan-aturan pasar, ketimbang menghormati siklus alami planet dan bekerja bersamanya, mereka malah bekerja melawannya. Inilah inisiatif baru kapital yang ditakdirkan gagal—seperti yang sudah kita saksikan, logika kapitalisme ada dalam kontradiksi langsung dengan siklus alami planet. Namun ini tentu saja tidak menghentikan kapital mencoba menciptakan untung dari industri baru “jasa” lingkungan. Contohnya, pertemuan tingkat tinggi UN Rio + 20 membawa satu posisi fundamental sebelum dimulai—kapitalisme hijau—ditunjukkan dalam dokumen yang disiapkan oleh United Nations Environmental Programme (UNEP) memberi landasan pada agenda Rio, yaitu Menuju Ekonomi Hijau (2011).
  • Untungnya, bereaksi  atas pengambilalihan pasar yang terang-terangan ini, juga terjadi reaksi anti kapitalis yang terang-terangan. Conotohnya, Ada suara positif dating dari Porto Alegre di bulan Januari 2012, seperti ditunjukkan oleh publikasi Masa Depan yang lain itu Mungkin (2012)—sejenis pendamping terhadap  pamphlet yaitu Menuju Ekonomi Hijau yang harapannya akan membangun perdebatan terkait alternatif Pertemuan Rakyat Tingkat Tinggi Rio+20 yang berlangsung bersama dengan Pertemuan Tinga Tinggi “resmi” PBB. Seperti yang anda saksikan dari membaca berita, banyak organisasi yang hadir dimobilisasi atas dasar sikap anti kapitalis baik melawan agribisnis global dan kekautan destruktif ekonomi kapitalis terhadap lingkungan. Via Campesina, contohnya, organisasi petani yang terkenal yang memobilisasi jutaan petani skala kecil diseluruh dunia dan sedang membantu pembangunan kesadaran yang homogen dikalangan petani global, memberi contoh retorika anti kapitalis pada pertemuan tingkat tinggi tersebut; meskipun salah satu contoh mobilisasi anti kapitalis yang paling menyolok adalah reli masyarakat adat melawan program-program CDM dan REDD+. Kita juga harus memberi kritik yang sama atas ekonomi kapitalis, kita perlu memberikan pendidikan pada kader-kader kita terkait isu-isu ini; memobilisasi protes melawan inisiatif kapitalis hijau semacam itu; dan berdiri dalam solidaritas dengan mereka yang ada di lapangan yang sedang berhadapan dengan serangan habis-habisa kekuatan pasar setiap hari di saat mereka menanam padi dan mencoba mencari kerja di perkebunan-perkebunan yang telah sebagian besar menggantikan lahan-lahan pertanian yang ada.
  • Satu pertanyaan terkait reformasi (lingkungan): tidak terbius ilusi terkait mengekologisasi kapitalisme bukan berarti bahwa kita tidak mendukung kebijakan-kebijakan yang progresif dan transisional—transportasi publik gratis, contohnya, atau adopsi insfrastruktur energi teperbarukan, contoh lainnya.

2.      Kedaulatan Pangan

  • Salah satu strategi utama melawan pertanian kapitalis dan dampak merusaknya terhadap lingkungan adalah mempraktekkan kedaulatan pangan—pada akhirnya model ekososialisme. Kedaulatan pangan menempatkan otonomi produksi kembali ke tangan para pekerja; memberi ruang lebih terjamin pada organisasi produksi demokratik jika dilakukan dalam skala kecil, dan oleh karena itu memberi produsen suara menentukan dalam produksi pangan mereka. Prinsip fundamental dalam kedaulatan pangan adalah mempraktekkan pertanian organik, artinya bahwa pekerja tak lagi mengandalkan monopoli pasar oleh Monsanto, Syngenta, Cargill, dll. Mengapa? Karena mereka dapat menggunakan bibit-bibit ‘adat’ mereka sendiri, memproduksi pupuk mereka sendiri, pestisida mereka sendiri dan, terkait banyaknya jummlah tenaga kerja yang terlibat dalam pekerjaan tersebut, mereka tidak akan lagi menggunakan herbisida.
  • Sebagai bagian dari inisiatif ini, kita juga perlu melawan “perampasan tanah” dan semua bentuk privatisasi tanah (yang menciptakan buruh upahan, menyerang kepemilikan publik atas tanah, meluaskan keretakan metabolisme sosial), khususnya menekankan hak masyarakat adat (IPs) atas tanah ulayat mereka, sambil bergerak melawan privatisasi tanah masyarakat adat oleh pemerintah lokal atas permintaan kapital global.

3.      Protes: Bangun Kesadaran, Bangun Pergerakan!

  • Umum: melibatkan diri secara kritis dengan gerakan hijau, membangun kesadaran di dalam kesadaran publik sambil berusaha memenangkan keduanya dalam garis anti kapitalis;
  • Melawan penggunaan bahan bakar fosil—dalam perspektif jangka panjang; 
  • Mempromosikan energy teperbarukan—airt, matahari, angin;
  • Membangun kesadaran atas isu perubahan iklim di dalam kesadaran publik melalui reli dan aksi-aksi pertunjukan; 
  • Kita harus memobilisasi perlawanan terhadap penggunaan bahan bakar bio (biofuels) tak saja karena solusi yang diajukan oleh pasar itu salah, namun karena produksi itu merusak secara lingkungan dan menghancurkan produksi makanan bagi penduduk lokal; 
  • Juga terjadi penyangkalan terhadap perubahan iklim, seperti Koch Brothers[2] yang berada diballik banyak kesalahan informasi media dan gerakan Tea Party[3] di Amerika. 
  • Akhirnya, kita harus memperkuat kesadaran pekerja dan publik terkait isu ini; namun reli-reli protes dan organisasi juga dapat menjadi kursi panas untuk rekruitmen.

4.      Serikat Buruh/Lapangan kerja Iklim (Climate Jobs)

  • Kita perlu mrestrukturisasi ekonomi kita seiring garis yang lebih hijau. Ini berarti investasi dan pertumbuhan dalam industri-industri tertentu dan pengurangan investasi dan penurunan pertumbuhan di industry-industri lain. Secara fundamental, ada keharusan untuk berpindah secara massif menuju sumber-sumber energy alternative secara massif menjauh dari produksi bahan bakar fosil. Jika kita hendak mencapainya, maka ada kebutuhan untuk memikirkannya secara mendalam dan menerapkan program-prgram transisional yang tidak mengalienasi, dan salah satu kebijakan fundamental dari program semacam itu haruslah program yang stabil, memindahkan lapangan kerja dari satu industri ke industri lain; suatu transisi yang memungkinkan penyerapan tenaga kerja lebih banyak, pembekalan keterampilan baru pada sejumlah besar tenaga kerja dan bahkan mengurangi waktu kerja.
  • Di Inggris, kita melihat satu langkah menuju program ini dalam kampanye untuk Satu Juta Lapangan Kerja Iklim[4]. Ini adalah kampanye yang telah berlangsung sekitar 4/5 tahun, melibatkan seriakt-serikat buruh utama, beberapa diantara mereka bahkan secara langsung, serta telah diadopsi oleh banyak organisasi-organisasi serikat buruh nasional juga cabang-cabang serikat buruh lokal dengan membuat resolusi-resolusi; kampanye ini juga mendapatkan banyak pendanaan dari seriakt-serikat ini. Apa yang dilakukan oleh kampanye ini pada dasarnya berargumen atas suatu gelombang pemindahan investasi yang massif ke sektor ekonomi teperbarukan—dalam pamlet kampanye tersebut mengandung masukan-masukan dari serikat-serikat buruh, akademisi, dan aktivis-aktivis sepemikiran, yang kesemuanya disertakan dalam buklet kampanye yang tak saja mengajukan program restrukturisasi ekonomi, memberikan angka-angka potensial dan areal-areal potensial investasi, namun juga secara internasional mengakui bahwa hal tersebut baru/hanya merupakan prinsip “transisi” dalam rangka melindungi lapangan kerja. Kampanye ini menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar energy, permintaan domestic seperti insulasi (penyekatan) dalam rumah, transportasi, industri, dan pertanian, serta bagaimana kita dapat bergerak membuat perubahan structural dalam areal-areal ini. Tentu saja, kita mesti sadar kenyataannya bahwa salah satu peran penting serikat buruh, jika mereka bekerja dengan baik, adalah melindungi standard ketenagakerjaan dari anggota-anggota mereka—ketika tiba pada persoalan lingkungan, dapat terjadi ketegangan-ketegangan antara kebutuhan pekerjaan, dan kebutuhan yang sama pentingnya akan restrukturisasi ekonom i yang melek lingkungan. Contohnya, perubahan dari industri intensif karbon ke industri yang lebih “hijau” dapat dilihat sebagai ancaman bagi pekerjaan (contoh antara penebang vs deforestasi), dan serikat buruh kadang-kadang akan mengambil posisi ini, namun kampanye Satu Juta Lapangan Kerja Iklim telah memberikan argumentasi yang dapat digunakan terkait hal ini.
  • Lebih jauh lagi, kampanye ini telah membantu dalam menginspirasi dan menginformasi kampanye di Afrika Selatan. Ini juga telah diadopsi sebagai kebijakan resmi oleh jaringan internasional seperti konferensi iklim alternatif, seamcam Pertemuan Tingkat Tinggi Rakyat Rio+20 dan pembukaan forum Porto Alegre.
  • Selanjutnya, baru-baru ini kita juga telah berhasil melakukan kampanye caravan yang berlangsung sukses, seperti Karavan Harapan di Afrika Selatan dan Karavan Banglades, dan kita telah mengajukan kebijakan tersebut sebagai suatu strategi lapangan kerja dalam konteks kriris ekonomi saat ini.

 5.      Ekofeminisme

  •  Kita harus member tekanan terhadap cara bagaimana perubahan iklim memberikan dampak pada perempuan dengan begitu buruk—contohnya, fakta bahwa mereka seringkali adalah korban bencana iklim seperti banjir; mereka lebih sering berada di lading , mengurus padi; dan juga terdapat catatan terkait dampak buruk pestisida petrokimia terhadap kesehatan reproduksi; dlsb…
  • Kenyataannya, suatu doktrin yang dikenal sebagai ekofeminisme baru-baru ini muncul sebagai cara untuk member tekanan terhadap pengalaman khusus perempuan dalam berhadapan dnegan perubahan iklim dan eksploitasi kapitalis.

 6.      Program:

  • Program ekososialis adalah program politik yang harus berkarakter ekologis, juga, politis, social dan ekonomi.
  • Misalnya, resolusi ekososialis Fourth Internasional (salah satu internasionale kiri revolusioner internasional) pada kongresnya di 2010 menyebut dirinya (dan orientasinya) sebagai ‘ekososialis’; membangun suatu partai ekososialis—seperti Red-Green Alliance in Denmark: pada akhirnya kaum kiri perlu lebih melibatkan diri dengan gerakan hijau, baik dalam bentuk kampanye maupun pembangunan partai bersama—Red-Green Alliance adalah contohnya.
  • Menekankan perencanaan produksi yang ekologis dan demokratik—bergerak pindah ke sumber-sumber energy teperbarukan; peninjauan kembali dan pembangunan kembali sektor pertanian; transfer teknologi; ekonomi nilai-pakai. Ada kebutuhan untuk mengurangi pembangunan dan melakukan relokasi (tak saja dunia Selatan yang memproduksi makanan) produksi di beberapa tempat, khususnya pertanian, dalam rangka untuk menciptakan lapangan kerja dan rasionalisasi industri. Industri kapitalis telah terlalu banyak menggunakan tenaga kerja mati (mesin)/kapital tetap/konstan. Hal ini, tentu saja harus disertai dengan program-program pembangunan di dunai Selatan dalam hal menciptakan lapangan kerja dan infrastruktur.
  • Pengurangan waktu kerja[5]; lapangan kerja penuh (full employment—yang sebenarnya). Nyatanya, ini adalah prasyarat jika pekerja memiliki waktu luang yang dibutuhkan untuk dapat memberikan input ke dalam proses pengambilan keputusan, sambil berkontribusi pada produksi agrikultur organic, contoh: pertanian organik.
  • Pemilikan bersama (sosial) atas alat-alat produksi: tanah, mesin, namun juga alat produksi yang mengontrol pengetahuan, academia/science, media, dll.  
  • Merestrukturisasi pasar konsumen dan memusnahkan sampah: seperti produksi agro-ekologi, sampah dan periklanan.
  • Pengambilalihan jasa keuangan—seperti pasar spekulatif dalam pertanian. Isu finansialisasi pasar harus disuarakan, seperti pasar derivatif dan pasar hadapa, dengan lebih banyak peraturan dan lebih sedikit perdagangan tak berguna, pada khususnya dalam pasar pertanian.
  • Kesemua hal di atas: melawan kapitalisme hijau dalam segala bentuknya; kedaulatan pangan; keterlibatan dalam gerakan lingkungan; menghijaukan seriakt buruh/lapangan kerja; ekofeminis; dlsb…

7.      Kesimpulan:

Jadi, sebagai kesimpulan, apa itu ekososialisme?

Itulah penerapan dari semua gagasan di atas; mobilisasi pergerakan melawan aksploitasi kapitalisme baik terhadap pekerja maupun alam—yang akan mendirikan program diseputar prinsip-prinsip produksi perencanaan demokratik yang ekososialis.***

ecosocialismfreedom-road-2ekochegreenmarx


[5] Marx percaya hal ini, seperti dalam “The reduction of the working day” (Volume Three, p. 959)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s