Pemanasan hari 2 Mogok Nasional: bertambah kota, berlipat ganda kekuatan buruh

Buruh kepung Balaikota, 29/10.

Buruh kepung Balaikota, 29/10.

29 Oktober 2013 merupakan hari kedua bagi kaum buruh melakukan pra kondisi mogok nasional. Semangat yang membakar ekspresi kaum buruh ini sudah muncul dipagi hari hingga petang ini. Bagaimana tidak, untuk DKI Jakarta saja ada tiga titik massa buruh yang melakukan pra kondisi mogok. Di kawasan Berikat Nusantara Cakung, Kawasan Industri Pulogadung, dan Pelabuhan Tanjung Priok, sejak pukul 06.00 wib, Aliansi Buruh Kawasan Berikat Nusantara Cakung yang terdiri dari Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 92, Serikat Pekerja Nasional (SPN), FSBI dan didukung oleh Perempuan Mahardhika juga PEMBEBASAN, sudah berorasi didepan pintu masuk buruh-buruh KBN Cakung.

Tak henti-hentinya para orator menyerukan untuk mogok, mogok dan mogok! Matikan Mesin! Kita akan buat KBN menjadi rumah-rumah hantu. “Kita harus yakin, tenaga yang kita keluarkan dari kerja kita bisa mendapatkan nilai yang layak”, kata Jumisih dalam orasinya, meyakinkan pada buruh yang belum bergerak. Pukul 08.00 wib, kawan-kawan buruh semakin banyak yang berdatangan dan membawa motor untuk melakukan konvoi kekeling kawasan bersama-sama. Ari dari SPN, dalam orasinya mengatakan, “Penangguhan upah kemarin merupakan pukulan bagi buruh, namun kali ini, Mogok Nasional harus lebih hebat dari tahun sebelumnya, harus menang.” Massa buruh membunyikan klakson sepanjang konvoi untuk bersiap-siap mogok nasional yang tinggal 2 hari lagi.

Lalu massa bergerak menuju Balai Kota untuk menagih konsistensi Jokowi dan Ahok yang katanya membela wong cilik, kaum buruh bicara soal Komponen Hidup Layak (KHL) dan Upah Layak 3,7 juta. Selama perjalanan, massa buruh dari Serikat Buruh Transportasi Pabrik Indonesia (SBTPI) juga bergabung dalam barisan buruh dari utara. Sebelumnya SBTPI melakukan prakondisi dengan membagikan selebaran diseputaran pelabuhan Tanjung Priok. Sebanyak kurang lebih 200-an buruh melakukan konvoi sebelum bergabung dengan massa buruh lainnya di Forum Buruh DKI Jakarta. Bertemu di titik IBI, Cempaka Putih, rombongan konvoi lainnya mulai bergabung, seperti SP-LEM SPSI, ASPEK, dan lainnya, semua memadati jalan layang perempatan cempaka putih.

Orasi-orasi politik terus bergulir sambil menunggu massa buruh berdatangan. Orator dari SBTPI menyatakan selain kenaikan upah dan menolak Inpres No 9 tahun 2013, kita juga menuntut jaminan sosial yang tidak dibebankan pada rakyat dan menyerukan agar kaum buruh bersatu untuk mewujudkan ketiga tuntutan ini. Massa buruh berjumlah 500-an orang ini mulai bergerak ke Balai Kota pada pukul 10.00 wib untuk bertemu massa buruh dari Pulogadung dan sekitarnya. Tiba di Balai Kota, iringan konvoi ini disambut oleh massa buruh yang tergabung dalam Forum Buruh DKI Jakarta, Sekber Buruh, dan Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh (KNGB).

Sebanyak kurang lebih 5000-an buruh mengepung Balai Kota menuntut Jokowi Ahok bersikap atas tuntutan buruh. Jokowi Ahok yang populis bagi warga Jakarta akan diuji dalam gejolak penolakan upah murah ini. Dalam 3 hari menuju Mogok Nasional akan terlihat bagaimana watak asli pimpinan Jakarta ini. Mengapa watak asli? karena Jokowi Ahok dihadapkan pada pilihan pengusaha atau buruh. Kaum buruh adalah yang utama berkontribusi dalam pembangunan roda perekonomian di Indonesia, termasuk Jakarta sebagai pusat ibukota. Jika Jokowi Ahok berpihak pada wong cilik, kaum buruh harusnya menjadi pilihan. Atau minimal mereka berani memperjuang nasib buruh dihadapan pengusaha secara terbuka, tidak dalam perjamuan-perjamuan makan, atau rapat tertutup yang tidak melibatkan partisipasi kaum buruh.

Walau sudah ada di media tentang sikap Ahok yang menyatakan tidak bisa upah naik 3,7 juta karena pengusaha tidak sanggup bayar, atau bahkan akan bangkrut, buruh siap secara terbuka mengecek bersama apakah pengusaha bangkrut atau tidak, jika memang ruang itu diperjuangkan oleh Ahok dan Jokowi. Namun hingga aksi hari ini diakhiri, massa buruh juga belum berhasil menemui Jokowi Ahok.

balaikota 2910 balaikota2 2910 balaikota3 2910 balaikota4 2910 balaikota6 2910 balaikota7 2910 balaikota8 2910

Di luar Jakarta

Kabar gembira juga datang dari luar Jakarta. Ribuan buruh Batam mengepung kantor walikota dan berhasil memblokir jalan menuju kantor. Bogor berhasil menurunkan ribuan buruh untuk konvoi kawasan dan jalan-jalan menyosialisasikan mogok nasional. Lalu, ribuan buruh Ngoro Industrial Park (NIP) Mojokerto, melakukan aksi mogok kerja massal dengan tuntutan upah Rp 3,4 juta. Di Cimahi, ribuan buruh juga turun kejalan melumpuhkan kawasan, menuntut kenaikan upah Rp 2,7 juta. Malang juga bergerak, buruh pabrik kayu menuntut kenaikan upah 50%. Di Karawang, sekitar 15 ribu massa buruh bergerak mengepung Pemda Karawang.

Sama halnya Samarinda, Lampung, Palu, Medan, Karanganyar-Solo, Semarang, Purwakarta, Depok, Gresik, dan Makassar, yang masih melakukan persiapan mogok di tiap kawasan hingga jalan-jalan, mengajak masyarakat mendukung Mogok Nasional Jilid II. Dukungan ini perlu, karena dalam perjuangan upah layak ini, kaum buruh tidak hanya berhadap dengan pengusaha dan Negara saja, tetapi juga aparat Negara dan preman/milisi sipil reaksioner yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam menghadang perjuangan kaum buruh. (yl/pj)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s