8 Maret 2013

Sikap dan ajakan kepada rakyat dan kaum pergerakan rakyat 

Pada tahun 2013 ini, Hari Perempuan Sedunia telah disiapkan sebagai kepentingan bersama berbagai organisasi perempuan dan organisasi rakyat lainnya, termasuk yang mengemuka adalah keterlibatan dari organisasi/serikat buruh . Mungkinkah situasi ini menjadi basis bagi kebangkitan kembali gerakan perempuan dan gerakan pembebasan perempuan di Indonesia?

Untuk itulah kami, Politik Rakyat, pada Hari Perempuan Sedunia 8 Maret 2013, memilih untuk mengajak seluruh rakyat dan kaum pergerakan Indonesia, khususnya kaum perempuan dan pergerakan perempuan, menelaah dan mencari celah bagi kebangkitan gerakan perempuan dan gerakan pembebasan perempuan di Indonesia.

Politik Rakyat menilai, bukan saatnya kaum pergerakan mengedepankan posisi tentang dari mana asal dan kemana tujuan kita; bukan saatnya mengedepankan  penglihatan kita tentang masa lalu atau masa depan yang jauh; bukan untuk yang lain-lain lagi, tapi bersama-sama mengedepankan apa yang sekarang bisa diwijudkan bersama sebagai gerakan rakyat untuk pembebasan perempuan. Yang tidak dikedepankan bukan berarti ditinggalkan, hanya marilah mengutamakan terwujudnya gerakan bersama untuk pembebasan perempuan.

Maka, bukan kepada elit dan partai politik, tapi kepada rakyat dan kaum pergerakan rakyat, Politik Rakyat menyampaikan seruan dan ajakan sebagai berikut:

Pertama, marilah rakyat dan kaum pergerakan rakyat membangun bersama gerakan nasional melawan perkosaan dan kekerasan terhadap perempuan.

  • Perkosaan dan kekerasan terhadap perempuan Indonesia telah begitu meluas, terjadi di mana saja, diberbagai tempat, dilakukan terhadap siapapun perempuan (dari bayi 8 bulan hingga nenek 82 tahun), tanpa ada kesanggupan dan kehendak pemerintah serta elit politik, untuk menjadikan serangan ini sebagai masalah serius, malah sering elit politik tanpa beban turut menyalahkan korban dan kaum perempuan.
  • Perlawanan besar terhadap perkosaan dan kekerasan terhadap perempuan pasti sanggup kita wujudkan, sebagaimana terjadi di India, Mesir, Bangladesh, Sri Lanka atau Nepal, sebagai negara berkembang semacam Indonesia.  Perlawanan besar ini akan sekaligus memberi dukungan kepada korban dan kaum perempuan, dan menegaskan bahwa tidak ada alasan apapun yang membenarkan perempuan menjadi korban perkosaan dan kekerasan.
  • Dari angka korban yang terdata, dan teror psikologis yang dialami kaum perempuan, sudah semestinya serangan terhadap perempuan ini dilawan dengan gerakan nasional, yang akan menyatukan segala sektor dan teritori rakyat.

Kedua, marilah rakyat dan kaum pergerakan rakyat menjadikan pembangunan gerakan dan organisasi perempuan sebagai bagian tak terpisahkan dari setiap wadah/organisasi/ komunitas dan perjuangan kita.

  • Di setiap organisasi rakyat, memberikan dukungan dan kesempatan bagi kawan perempuan untuk aktif di organisasi sekaligus aktif dalam konsolidasi perempuan. Konsolidasi perempuan dalam bentuk departemen atau bidang khusus perempuan, maupun dalam bentuk organisasi perempuan. Konsolidasi perempuan semacam ini, dalam sejarah awal Indonesia terbukti sanggup menguatkan gerakan perempuan dan sekaligus gerakan rakyat.
  • Di setiap lingkungan atau komunitas masyarakat, memberikan dukungan dan memberi kesempatan bagi perempuan untuk semaksimal mungkin berkarya bagi diri dan masyarakatnya. Termasuk di dalamnya adalah kesempatan untuk menjadi pimpinan. Anak dan keturunan kita akan melihat dan belajar bagaimana perempuan dan laki-laki hidup setara dalam mayarakat, dan menjadi landasan bagi pemutusan rantai kekerasan terhadap perempuan.
  • Di manapun tempat, bagi para perempuan, terus maju dalam organisasi dan komunitas masyarakat:sebagai pejuang rakyat dan pejuang bagi kesetaraan perempuan.  Silakan nyatakan setiap bentuk ketidaksetaraan yang dirasakan, agar menjadi dinamika bagi organisasi dan masyarakat, menuju pada kesadaran setara itu sendiri.  

Ketiga, marilah rakyat dan kaum pergerakan rakyat, mencantumkan tuntutan pemenuhan hak bagi perempuan di setiap rumusan perjuangan rakyat.

  • Dengan belajar mengenali pelanggaran hak perempuan di sekitar kita, lalu menjadikannya sebagai bagian tuntutan atau program perjuangan, maka akan memungkinkan tercapainya hak perempuan yang belum diberikan, sekaligus menjadi dukungan hebat bagi perempuan untuk maju berkembang dalam perjuangan. Misalnya di pergerakan buruh, sangat mungkin mengusung juga tuntutan pojok ASI dan penitipan anak di tempat kerja (sehingga anak terawat baik), melawan diskriminasi dan pelecehan, meningkatkan cuti dan tunjangan melahirkan dan lain sebagainya. Begitu juga di sektor-sektor lainnya.
  • Dengan hidupnya konsolidasi perempuan dalam organisasi dan komunitas masyarakat, sangat dimungkinkan apa yang penting bagi perempuan bisa diajukan oleh perempuan sendiri, agar menjadi bagian dari perjuangan atau tuntutan bersama.

Keempat, marilah rakyat dan kaum pergerakan rakyat, menyiapkan dan mendukung satukonsolidasi/pertemuan nasional pergerakan perempuan untuk merumuskan penyatuan politik perempuan Indonesia, untuk kepentingan pembebasan perempuan dan perjuangan rakyat keseluruhan.

  • Pemenuhan hak rakyat selalu datang dari perjuangan rakyat, begitu juga terhadap pemenuhan hak perempuan.
  • Indonesia pernah memiliki sejarah konsolidasi perempuan yang diselenggarakan oleh kaum perempuan dan didukung rakyat dan kaum pergerakan. Di Amerika Latin pernah serikat buruh metal mempelopori konsolidasi nasional perempuan. Keduanya hanya contoh kecil dari banyak kesanggupan perempuan membangun konsolidasi dan pergerakan, bahkan secara internasional.
  • Rakyat dan kaum pergerakan tidak boleh takut dengan perbedaan ketika sama-sama berjuang. Konsolidasi nasional pergerakan perempuan juga mungkin menjadi ajang tampilnya perbedaan-perbedaan. Namun, semua beda yang ada ini bukan seperti beda antara rakyat dengan elit penguasa, sehingga memungkinkan menghasilkan kerja bersama bagi kemajuan perempuan dan rakyat keseluruhan

Inilah sikap dan seruan Politik Rakyat, sebagai upaya mengkongkretkan pekerjaan bersama yang sudah diawali dengan konsolidasi gerakan ketika menyiapkan aksi 8 Maret 2013.

Bagi kami, inilah tantangan dan tanggung jawab bersama, untuk menyambut kebangkitan (lagi) gerakan perempuan dan gerakan pembebasan perempuan di Indonesia dan dunia. Karena posisi rakyat selalu bertarung dengan posisi elit penguasa, politik rakyat selalu berhadapan muka dengan politik elit, maka jawaban rakyat atas setiap masalah yang dihadapi adalah dengan memperbesar kekuatan rakyat. Dan kekuatan pergerakan pembebasan perempuan adalah bagian penting dari kekuatan rakyat.

Selamat Hari Perempuan Sedunia 2013

Selamat Berjuang Bersama bagi Pembebasan Perempuan

POLITIK RAKYAT

Jakarta, 08 Maret 2013

Vivi Widyawati                        Budi Wardoyo

Koordinator                               Sekretaris

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s